On a weagon bound for
market
Theres’s a calf with
a mournful eye
Hight above him there’s
a swallow
Winging swiftly
through the sky
How the winds are
laughing
They laugh whith all
they might
Laugh and laugh the
whole day through
And half the summer
night
Reff ____
Donna donna donna
donna
Donna donna donna don
Donna donna donna
donna
Donna donna donna don
Top complaining !
said the farmer
Who told you a calf
to be ?
Why don’t you have wings
to fly
Like the swallow so
pround and free
Calves are easily
bound and slaughtered
Never knowing the
reason why
But whoever treasures
freedom
Like the swallow has
learned to fly
Artinya
Di sebuah gerbong
yang membatasi pasar
Ada seekor anak
sapi dengan mata yang sedang berduka
Jauh tinggi
diatasnya ada seekor burung melayang-layang
Mengepakan sayap
dengan cepat melintasi angkasa
Betapa angin-angin
itu tertawa
Mereka tertawa
sekuat mereka
Tertawa-tertawa
sepanjang hari
Serta separuh
malam musim panas
Donna donna donna
donna
Donna donna donna
don
Donna donna donna
donna
Donna donna donna
don
Berhentilah mengeluh
! kata si petani
Siapa suruh
menjadi anak sapi
Kenapa kau tak
punyai sayap untuk terbang
Seperti burung
melayang-layang, sangat bangga dan bebas
Anak sapi mudah di
ikat dan dibunuh
Tanpa tahu
alasannya
Tapi siapapun yang
mencari kebebasan
seperti burung
layang-layang, ia harus belajar terbang.
Mungkin sesaat telinga mendengar lagu Donna-Donna ini, kita teringat
film yang di produksi tahun 2008 silam yang berjudul Soe Hok Gie. Film ini
bercerita tentang perjalanan demostran sekaligus aktor intelektual kudeta rezim
soekarno oleh mahasiswa tahun ’65’. Nama Gie, mengudara semenjak peristiwa itu
selain juga karena artikel-artikelnya yang tajam dan berani dalam mengutarakan
pendapat kemuka umum. Namun sayang, Gie menganggap perjuangannya telah
dihianati oleh karib mahasiswanya sendiri, Setelah banyak dari para alumi
demostran ‘65’ menerima acara bagi-bagi ‘kue’ kursi parlemen DPR dan MPR-RI
yang dilakukan rezim Orde Baru Soeharto. lantas Gie, mencemooh alumni demostran
65 yang membelot dari garis perjuangan dengan sebutan ‘pencoleng’ yakni orang
yang dengan mudahnya membebek kepada Orde Baru Soeharto dan meninggalkan
cita-cita peradaban bangsa Indonesia. ia tetap teguh dengan idealisme nya yang
biasa digadang-gadang mahasiswa senior kepada juniornya dan enggan bergabung
terhadap rezim serta ratusan alumni demonstran yang telah nangkring ria diatas
kursi parlemen senayan Jakarta.
Hingga kini spirit idealisme Gie tetap menunggal dalam dunia organisasi mahasiswa meskipun hanya kepada
sebagian kecil mahasiswa yang tak mudah terbawa arus kemapanan realitas yang
bermuatan lipstik bahkan munafik. lagu donna-donna ini dipopulerkan oleh Joan
Baez pada tahun 1960 adalah lagu kesukaan Gie sewaktu ia menjadi mahasiswa
jurusan sastra di Universitas Indonesia. dikatakan, bahwa istilah donna-donna adalah terjemahan dalam bahasa Inggris dari akar kata 'dana-dana' bahasa Yahudi berarti anak sapi, yang dalam kamus Yiddish merujuk kepada kata Adolai
yakni istilah orang yahudi ketika memanggil-manggil tuhannya. Penulis lagu ini tak lain adalah seorang anak
yahudi yang merekam tragedi ketika ayahnya yang disimbolkan sebagai (the calf)
diseret dari rumahnya menuju kamp konsentrasi (market) oleh tentara Nazi Jerman
(Farmer) yang dikenal dengan tragedi Holocaust.
Donna-Donna menjadi demikian menarik karena ia mengungkap fakta dengan
kesustraan yang mendalam tentang harapan, darah dan air mata ras yahudi di
tanah jerman. Seolah kebebasan hanyalah mimpi-mimpi seaat terlelap di petang
hari. Theres’s a calf with a mournful eye, Hight above him there’s a swallow
mencerminkan betapa irinya orang yahudi (Calf) yang sedang digiring menuju
penjagalan melihat burung yang terbang
melayang bebas menentukan hidupnya. Rintihan lagu donna-donna seolah merekam
banyak kekejaman Nazi yang memburu jutaan warga yahudi di dataran eropa untuk
dibunuh.
Sebagaimana dalam beragam veri sejarah, banyak disebutkan kekejaman Nazi terhadap ras
yahudi yang dianggap sebagai ‘ras inferior’ dan sumber dari segala kerusakan
dimuka bumi. Nazi memiliki keyakianan kekuatan ras dengan apa yang mereka sebut
‘ras superior’ atau keunggulan suatu ras. Jika kita lacak lebih jauh, ternyata Nazi
dengan faham Nazismenya adalah sekumpulan orang-orang keturunan bangsa Arya
yang mengaku lebih unggul dari ras lainnya. maka tak heran jika pengususng Nazisme merasa risih sekaligus nyinyir terhadap ras diluar dirinya terutama ras yahudi. maka Hitler selaku ‘empu’ nya
Nazi telah banyak merumuskan konsepsi untuk mendukung cita-cita superioritas ras Arya di jerman waktu
itu. Salah satunya ialah proyek Mein kampf (Pembersihan ras) dengan variabel
sebgai berikut.
Pertama, menurut Nazi ciri masyarakat ideal adalah masyarakat yang
mampu mempertahankan dan mengembangkan ras Murninya. Hal ini dianggap sangat
penting untuk membedakan dengan ras lainnya dan mengantisipasinya terjadinya
persilangan lintas ras yang nantinya berujung pada siapa yang berpredikat inferior
dan siapa superior. Karena sebagaimana yang saya sebutkan diatas, mereka adalah
keturun ras arya yang mengaku unggul dari pada lainnya. Biasanya pemerintah mempromosikan
pemurnian ras atau pemusnahan ras selain ras arya, pemilahan ras, pemusnahan
orang difabel atau cacat, ras gipsi, homoseksual, gila, ras yahudi. Maka
diamasa Nazi berkuasa, mereka menciptakan peraturan yang kemudian dikenal dengan
sebutan Nuremeg Laws (1935). Dimana ada pengklasifikasian warga jerman menurut
ras yakni warga jerman (Arya), yahudi dan ras campuran atau mischling.
Nuremeg Laws setidaknya mengatur tentang tidak bolehnya orang
yahudi menikah atau berhubungan sex dengan orang non yahudi terutama Ras arya sebagai
penduduk asli jerman. Pada wilayah lainnya Nuremeg laws mengatur bahwa orang
yahudi tidak boleh mendaftar atau mengajar di sekolah atau universitas di
jerman demikian juga orang yahudi dilarang menjadi PNS, pengacara,
dokter atau penulis dan menerbitkan buku. Mungkin hal ini tidak jauh dari
otoritarianime nya Soeharto yang mendiskriminasi setiap yang bebau PKI di
Indonesia.
konsepsi anti-semit yang dipropagandakan semangkin menyudutkan dan
serta merta menuduh warga yahudi sebagai sampah. Mereka menganggap yahudi adalah
a horde of rats and parasites in the body of other people, subhuman
(sekumpulan tikus dan parasit bagi orang lain dan bukan manusia). Dimana yahudia
adalah ras yang hanya numpang di tanah jerman alias tidak memiliki living space
sendiri dan kebiasaanya buruknya yang selalu ingin mendominasi serta mengontrol
perekonomian sebuah bangsa. Yahudi dituduh pula sebagai orang yang bertanggung
jawab sebagai ras yang mempromosikan Komunisme (Karl Marx) dan mempromosikan
kesetaraan sserta hak-hak sipil.
Kedua, Setelah pertama itu dapat di laksanakan maka mengembangkan
wilayahnya untuk meningkatkan Living space bagi rasnya yang murni juga menjadi
lanjutan dari pada superioritas ras arya. Dilalin pihak berkat spirit
darwinisme sosial, jerman melegalkan perang dan membiayai perang yang dilakukannya untuk
medapat living space. Mereka beranggapan bahwa ras jerman harus mendapat tempat
pada kasta tertinggi dibelahan dunia manapun pun. Perang adalah jalan tercepat
untuk menguasai suatu wilayah yang berjung pada mengembangkan populasinya.
Demikianlah sedikit kekejaman Nazi terhadap ras yahudi, sebagai
anak sapi yang bermimpi memiliki sayap (kebebasan) di masa itu untuk terbang
melayang-layang diangkasa semaunya. Seorang petani yang memasung setiap anak sapi yang
hendak hidup bebas menjadikan nya berduka dan hanya meringik menangis tak
berdaya. But whoever treasures freedom, Like the swallow has learned to fly namun
barang siapa yang hendak mencari sebuah kebebasan maka hendaknya ia harus
belajar terbang. Melakukan perlawanan-perlawanan dan tetap menjaga konsistensi
idealisme perjuangan semisal Soe Hok Gie menjadikan kita seperti burung yang
bebas dari pasungan petani. Meski seringkali diantara anak sapi yang bermimpi memiliki
sayap harus mati diatas penghianatan teman atau terasingkan disudut zaman.
Penulis : Zaed Sambas
Editor : Hisyam Semandeng
