Sejarah Berdirinya Forum Pemuda Madani

 

Forum Pemuda Madani (FPM) adalah organisasi kepemudaan yang didirikan pada 12 Januari 2018, berpusat di Dusun Madani, Desa Mekar Sari, Kabupaten Kubu Raya. FPM dibentuk atas prakarsa M. Muadi yang didukung oleh Suhandi, Saiful Alam, Hendri dan Syafi'i beserta pemuda lainnya. 

Sebelum FPM bersemi, sejatinya telah ada gelagat untuk membentuk organ kepemudaan di Dusun Madani. Namun karna kurangnya kesadaran kolektif generasi muda oada saat itu serta SDM yang belum cukup mumpuni. Akhirnya gelagat mendirikan wadah kepemudaan menemui kegagalan. 

Hal itu tak heran terjadi dan dapat pula dimaklumi sebab rata-rata pemuda angkatan pertama adalah masa awal-awal pengungsian korban benturan etnis eks-Sambas tahun 1999. Hancurnya struktur ekonomi, sosial kemasyarakatan hingga mental generasi muda tak dapat dielakan. Disamping itu latar belakang pendidikan yang ditempuh rata-rata hanya sekolah dasar. Pun juga tak sedikit yang memilih putus sekolah oleh karena alasan perekonomian atau depresi serta trauma terhadap peristiwa dimasa lampau. 

Hingga 2010-an  Rata-rata angkatan muda ditahun tersebut lebih fokus untuk bekerja diladang atau menjadi buruh kasar sebagai tulang punggung keluarga. Mereka bekerja tersebar hingga keberbagai wilayah dan tak sedikit menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negeri Jiran sana. 

Selang satu dasawarsa tepatnya 2010 ke atas  keinginan untuk membentuk organ kepemudaan kembali menguat. Mengingat urgensi peranan dan fungsi strategis pemuda yang harus di dayagunakan semaksimal mungkin.

Musyawarah dan diskursus pun dilakukan hanya saja masih dalam skala kecil. Sempat muncul usulan organ kepemudaan bernama Madani Fondation. Namun usul tersebut ditolak, sebab ditengarai adanya unsur afiliasi politik praktis. Proses untuk menemukan kemufakatan berlangsung cukup alot dan memakan banyak waktu. Sehingga berakibat terhadap pasang surutnya spirit pemuda kala itu.

Seiring dengan semangkin meluasnya kesadaran pemuda Madani untuk mengorganisir diri. Gebrakan organ baru muncul dengan nama Gerakan Pemuda Mekar Sari (GPMS) tentu dengan jangkauan skala yang tidak hanya berkutat di Dusun Madani melainkan skala desa. GPMS dianggap sebagai benang merah dari alotnya pembentukan ruang aktualisasi pemuda.

Namun GPMS yang masih seumur jagung ini tidak dapat bertahan lama, oleh karena kurangnya partisipasi pemuda di Desa Mekar Sari. Terlebih memang ruang lingkup GPMS dianggap terlalu luas, sehingga dengan jumlah kepengurusan yang minim mustahil mampu mengakomodir keseluruhannya. Lambat laun GPMS pun terpaksa bubar barisan. 

Barulah setelah bubarnya GPMS tepat pada tanggal 12 Januari 2018 gagasan mendirikan organ kepemudan dengan ruang lingkup yang lebih spesifik dapat terealisasikan. Tentu dengan menyamakan visi dan misi untuk kemajuan peradaban Dusun Madani FPM kemudian disepakati secara kaffah oleh  kalangan pemuda.  Ide tersebut kemudian diajukan kepada segenap tokoh masyarakat setempat sekiranya bisa mendapatkan restu. 

Pendapat lainnya mengatakan bahwa sejatinya GPMS adalah embriologi terbentuknya FPM. Terlalu luasnya wilayah desa dan kurangnya partisipasi pemuda menjadi alasan FPM lahir sebagai bentuk mini dari maksud awal di bentuknya GPMS. 

M. Muadi dkk adalah aktor dibalik semua gerakan pemuda. Tiga orang pemuda ini membidani kelahiran gerakan FPM dimana ia diharapankan dapat menjadi energi baru dalam menyongsong masyarakat Dusun Madani yang berperadaban.

12 Januari 2018, bertempat di PP. Mubayyinul Ulum , pertemuan antara kalangan pemuda dan tokoh masyarakat dilangsungkan. Diskursus untuk menentapkan asas organisasi serta memantapkan arah kebijakan gerakan FPM pun dilakukan secara seksama. Demikian juga musyawarah tersebut bertugas untuk memilih ketua umum FPM dan perangkat-perangkat keorganisasian yang diperlukan. 

Walhasil, M. Muadi terpilih sebagai ketua pertama Forum Pemuda Madani setelah mampu meraih suara terbanyak diantara kandidat lainnya. Ia dan segenap kepengurusan diharapkan dapat mampu membangkitkan gairah pemuda untuk senantiasa berperan dan berkhidmat terhadap umat khususnya Warga kampung Madani.

3 Komentar

Komentar

  1. FPM harus bisa buktikan

    BalasHapus
  2. Semangat FPM meskipun saya warga Madani tpi tidak tinggal d sana saya akan sll mensupport kali semangat FPM (forum pemuda Madani)

    BalasHapus
Posting Komentar
Lebih baru Lebih lama