Di belahan bumi mana pun makhluk yang betul-betul ditakuti hanya ada dua: pertama hantu beneran dan satu lagi tukang ghosting. Keduanya sama-sama dapat berwujud dalam berbagai macam bentuk dan rupa. Misal tuh, buaya darat untuk jenis yang pertama selanjutnya Mbak Kunti dan Kang Ocong yang amat tersohor di seantero nusantara. Tapi kali ini saya tidak akan membahas makhluk yang pertama, melainkan spesies hantu yang amat sama sekali berbeda dengan lazimnya dunia perhantuan nasional. Pokoknya out of the box deh !
Hantu hanya menunjukkan eksistensinya pada waktu-waktu tertentu. Lumrahnya jam panggung mereka ialah saat surup (menjelang maghrib) atau tengah malam sekalian. Lokasi kemunculannya pun super biasa; tidak di kafe, club malam atau bahkan pengajiaan ibu-ibu, melainkan bisa saja di lembah-lembah, pegunungan, hutan belantara atau pohon tua hingga rumah-rumah tua tak berpenghuni. Mungkin kebiasaan itu memang warisan moyangnya, sejak era diktator Lucifer hingga Tuyul dan Bakyul. Kalau boleh ditebak-tebak sih rata-rata tujuannya cuma iseng doang sebenernya. Taukan iseng itu gimana...
Nah, berbeda dengan hantu di daerah saya, tepatnya di Dusun Madani, kabupaten Kubu Raya, Provensi Kalimantan Barat. Hantu di kampung saya ini tergolong unik alias konvensional alias out of the box, keluar dari kebiasaan dunia perhantuan. Ia menunjukan eksistensinya diluar adat sebangsanya. Dari jadwal kemunculan, bentuk, tujuan, serta kepercayaan-kepercayaan tertentu yang dialamatkan warga kampung kepada hantu ini. Membikin jenis hantu tersebut menduduki klasemen papan atas dari sekian pesaing mahluk astral lainnya.
Warga kampung menyebutnya hantu jaring atau hantu hujan panas. Si hantu jaring ini hanya muncul disiang hari saja tepatnya ketika hujan panas atau hujan zenital, begitu istilah para ilmuan. Hujan panas ialah hujan yang disertai dengan sinar matahari yang masih menyala-nyala. Kabarnya masyarakat percaya hujan panas ini ialah hujan penyakit. Jadi tak heran kalau anda ada di Kalimantan Barat melihat masyarakat yang kalut berlindung dari hujan panas, bukan lantaran takut basah melainkan takut sakit.
Baca Juga : 5 Mitos Seputar Kematian Di Kampung Madani
Hantu jaring ini adalah salah satu penyebab teror dalam benak masyarakat. Konon pada saat hujan panas berlangsung, hantu jaring akan keluar dari tempat peribadatannya, eh maksud saya keluar dari sarang persembunyiannya untuk mencari mangsa. Kemunculannya bisa ditandai dengan munculnya pelangi-pelangi kecil. Hantu jaring dipercaya akan menebar jala atau jaring jebakan yang membentang sepanjang jalan hilir mudik warga. Bisa di persimpangan, jembatan hingga jalan perkampungan. Pokoknya jaring itu dibetangkannya di tempat-tempat lalu lalang manusia.
Jaring ini tidak seperti jaring nelayan melainkan seperti seutas tali ghaib tak kasat mata yang membentang memanjang. Warga percaya siapapun yang terkena jaring ghaib ini akan jatuh sakit. Mula-mula korban mengalami panas demam, dan akhirnya beberapa hari kemudian meninggal dunia. Tanda-tanda paling mudah bahwa seseorang meninggal karna terkena jerat hantu jaring adalah adanya bekas lebam menghitam seperti bekas pukulan benda tumpul pada mayat korban. Biasanya tanda lebam itu ada dileher, perut atau bagian tubuh vital lainnya.
Tak sedikit warga kampung saya yang menduga beberapa kematian di kampung Madani disebabkan oleh hantu jaring ini. Menurut ahli supranatural di kampung saya, tak ada penangkal yang paling mujarab selain menghindar dan berlindung seketika hujan panas tiba.
Jika terkena jaring, Ada juga pengobatan alternatif yang dilakukan dengan cara-cara magis bukan medis. Dulu paranormal atau tabib setempat akan mencari "Let Belletan" semacam rumput liar tertentu yang memanjang seperti tali. Ia diikatkan ketubuh korban kemudian dipukul-pukulkan ke seluruh tubuh korban sambil membaca mantra "Fii Quraisin ilaa iratas !".
Saya baru menyadari hantu jaring ini benar-benar dipercaya oleh warga, ketika saya hendak pulang dari ladang padi milik bapak. Saat itu, hujan panas deras sekali mengguyur, tiba-tiba saja tujuh orang petani berkumpul di pinggir jalan. Dari raut wajahnya seperti orang yang ketakutan. Usut punya usut ternyata salah seorang petani melihat jebakan hantu jaring di jembatan dekat persimpangan ladang tempat para petani menyebrang. Petani itu kaget bukan kepalang, lalu lari tunggang-langgang sembari mencegat petani lainnya yang hendak pulang agar menunggu sampai hantu jaring itu hilang.
Baru tau kalau ada hantu muncul disiang bolong begini, saya cenderung mengabaikannya. Karna waktu itu kepercayaan saya terhadap hantu masih konvensional. "Kalau hantu muncul disiang hari, udah tak tempeleng, tak teriakin, heh hantu ! lu mabok ya kok salah jadwal". Gumamku dalam batin.
Meskipun saya tidak melihat langsung perwujudannya dan semoga saja gak pernah berjumpa. Lambat laun saya mulai percaya dengan eksistensi mahluk ini. Setelah peristiwa itu, saya kesana kemari bertanya kebenaran adanya hantu jari. Ya ! Seperti yang saya duga. Hampir setiap orang dikampung madani percaya adanya hantu jaring.
Seperti yang saya katakan, hantu jaring ini menduduki klasmen puncak dari deretan hantu lainnya. Oleh karna hantu jaring muncul bukan sekedar iseng nakutin warga, lebih dari itu yakni teror dan kematian.
Untuk menghindari teror tersebut, dulu kami sejak kecil diajarkan bagaimana cara menangkal hantu jaring. Salah satunya ialah memakai 'sumping' yakni dedaunan yang diselipkan disela-sela telinga. Jika anda bersama teman, daunnya tidak boleh sejenis atau sama. Kalau enggan memakai sumping yang berbeda cepatlah berlindung didalam rumah. Alasannya sederhana, katanya dalam penglihatan hantu jaring manusia itu terlihat seperti binatang buruan. Jika kita pakai sumping ini untuk membedakan dipenglihatnnya mana manusia mana hewan.
Sebagian yang lain percaya, ini kata orang tua-tua di kampung madani. Agar tidak terjerat jebakan hantu jaring, ketika hujan panas carilah ranting pepohonan, atau membawa benda tajam seperti parang kemudian di kibas-kibaskan. Kabarnya jika ada tali ghaib hantu jaring maka ia akan putus seketika oleh ranting pohon atau benda tajam tersebut.
Kepercayaan lainnya bilang kalau tali ghaib itu juga akan putus terbakar jika seseorang membawa bara api, seperti bara api dari rokok. Tak pelak ahlul hisab dikampung kami pasti menyalakan rokok seketika hujan panas. Ini sekaligus dalil untuk membantah peringatan kalau 'merokok membunuh mu'. Justru sebaliknya merokok melanggengkan hidup mu.
Demikianlah kasak kusuk soal hantu jaring yang hanya anda temui diwilayah kalimantan barat, termasuk kampung saya, Madani. Sampai-sampai orang bilang kalau mba' Kunti boleh pura-pura nangis menjerit-jerit, mas ocong boleh juga berlari sambil berjingkrak-jingkrak, nak tuyul pun tak mengapa menyelinap kelemari tetangga. Tapi mereka semua tak lebih menakutkan tinimbang hantu jaring dan teror kematiannya.
Penulis adalah sosok yg akan dijadikan umpan oleh tujuh petani.😂🤣
BalasHapus